Pagi yang cerah namun tak secerah diri saya dan keluarga yang dirundung duka... Setelah beberapa hari lalu keponakan saya Syiffa harus menginap di RS dikarenakan Demam yang diawal diagnosa hanya radang tenggorakan, segepok obat pun telah dihabiskan namun kondisi belum juga membaik Syiffa masih mengalami pusing dan mual walaupun badan tidak demam bahkan cenderung dingin suhu tubuhnya hingga pada akhirnya memaksakan orang tua saya membawa periksa kembali daann harus melalui tes pengambilan darah. Setelah melakukan tes pengambilan darah yang hasilnya pun keluar tidak lama berselang, setelah hasil laboratorium keluar ternyata hasilnya + Typhus atau dalam kedokteran memiliki istilah Typhoid Fever atau Typhoid Abdominalis.
Typhoid Fever ini penyebabnya adalah kuman Salmonella Typhi A, B, C yang masuk melalui pencernaan dan menyebar ke seluruh organ pencernaan yang biasanya masuk ke pembuluh darah dalam jangka waktu 24-72 jam yang kemudian berkembang biak pada sistem ratikuloendothelial dan menyebar ke seluruh pembuluh darah proses inilah yang menyebabkan beberapa gejala pada penderita typhus ini.
Gejala yang terjadi pada ponakan saya sendiri yang notabene Syiffa termasuk anak yang tidak pernah mengeluh apabila sakit, dia hanya meminta kepada Eyang Uti jam 03.00 WIB untuk mengerok karena pusing, pada saat Eyang menyentuh badan Syiffa eeehh ternyata puaanaass tinggi inilah awal gejala sakitnya lalu dibawalah ke klinik oleh Papanya dan di diagnosa Radang Tenggorokan, alright done kami bernapas lega dan Syiffa mulai dengan pengobatan dan memaksanya untuk tidak masuk sekolah 2 hari namun setelah minum obat dan obat telah habis memang tidak lagi demam tapiii dia mengalami pusing dan mual juga.. Bahkan saya setiap hari memijit dan saya pun sempat menyampaikan kepada Ibu saya bahwa Syiffa bermasalah di perut dan sebaiknya dibawa berobat lagi. Rupanya di hari berikutnya sudah bisa masuk sekolah walaupun dengan kondisi sepulang sekolah kedinginan dan menggigil tapii tidak pake demam ya.. Hingga akhirnya keluargapun tau penyakit yang dideritanya. 3 hari harus dihabiskan untuk perawatan, disamping obat dari dokter ada beberapa obat tambahan yang cukup tenar seperti obat cacing atau fermin atau apapun istilah yang diketahui. Lalu Fufang Ejiaou ini merupakan obat Cina yang berfungsi menaikkan trombosit dalam darah untuk harga obat ini lumayan mahal untuk 1 paket 1 hari isi 2 botol untuk pagi dan sore diminum 2 jam setelah meminum obat dokter yang saya dengar harganya Rp. 250.000 lalu tidak lupa Sari Kurma. Semua kami berikan karena ingin kesembuhan yang tidak terlalu lama lagi.
Dan sudah dua hari kemarin suami tercinta saya pun sakit berawal dari pilek dan batuk awalnya saya mengerok dan memijat istilah orang-orang terapi sang suami dan memaksakan suami untuk minum obat. Tapi kemarin pada saat istirahat untuk makan saya melihat suami saya terkapar ditempat tidur, pada saat saya menyentuh badannya ternyata demam tinggi. Ya Allah sontak saya langsung mengambil obat Syiffa untuk diminumnya karena suami saya ini termasuk orang yang paling susah untuk periksa ke dokter, tau tidak karena apa.. Suami saya phobia jarum suntik dan berbagai macam alasan selalu dia lontarkan apabila Ibu saya menyuruh ke klinik dia selalu menolak, okee baiklah masih saya upayakan dengan sisa obat ponakan saya dulu. But tadi malam saya terbangun karena suami saya menggigil kedinginan dan demam tinggi. Dalam kondisi mengantuk saya langsung mengambil obat dan memaksanya minum obat dan saya berusaha untuk tetap terjaga supaya bisa melihat kondisi dan mengecek suhu badannya. Alhamdulillah tidak lama suhu badan turun, kemudian paginya karena saya sedang kedatangan tamu saya dibangunkan oleh suami yang setelah dia sholat. Langsung membuatkan teh panas dan membuatkan sarapan untuk suami lalu saya meminta obat cacing ke Syiffa dan memaksanya untuk minum semua obat itu. Daan Ibu saya pun menyuruh ke klinik tapi dengan bergaya sehat suami pun bilang "Saya udah sehat udah gak panas badannya" hmm oke saya masih bisa jawab "kalo nanti sampe malem suami panas atau menggigil lagi gak pake nolak harus ke klinik". Suamipun terdiam tak mampu berkata-kata, saya hanya berharap dan berdoa semoga Suami saya tidak parah sakitnya.
Untuk para pembaca lainnya apabila mengalami kondisi keluarga yang sakit demam jangan pernah diremehkan dan disepelakan karena kita tidak pernah tahu diagnosa dokter itu seperti apa. Yang sulit untuk membawa ke dokter bisa dengan sedikit ancaman karena bagaimanapun kami ingin kesembuhannya. Untuk semua penderita phobia jarum suntik rubahlah mindset anda semua karena semua ini demi kebaikan kesehatan anda semua.
Semoga sakit suami saya tidak makin parah lagi dan semoga yang sudah sakit segera disembuhkan dan diangkat semua penyakitnya oleh Allah SWT amin ya robbal 'alamin..
Wassalamu 'alaikum Warrahmatullahi Wabarrokatuhu..
~DiaR MahaRaNi~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar