Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuhu..
Hari ini saya mencoba untuk menulis blog karena iseng untuk mengisi waktu... Mengapa Warna Warni Kehidupan yang saya pilih untuk judul Blog saya karena merasa kehidupan yang saya lalui disekitar lingkungan saya memiliki berbagai macam cerita yang sangat berwarna warni penuh dengan cerita dan semuanya akan coba saya kulik dengan pembahasan maupun solusi dari berbagai pihak.
Sebelumnya saya ingin mengulik tentang sebuah cerita tentang Masa Lalu, semua orang didunia ini sudah pasti memiliki lembaran masa lalu.. Berbagai cerita dari sebuah masa lalu yang kadang kala kita masih sering diceritakan, dibahas dan bahkan ada yang masih membanggakan.. Tak sedikit pula beberapa dari kita ada yang mendapat kisah ataupun kenangan masa lalu yang kurang membahagiakan bahkan ada yang bisa disebut dengan pahit. Cerita lucu, bahagia, suka, sedih dan menguras banyak airmata pun terjadi pada kita dengan hal yang melatarbelakanginya pun beragam masalah dari keluarga, pendidikan, cinta, pertemanan dan kekerasan dalam rumah tangga. Saya akan bercerita mengenai kisah anak-anak korban keluarga Broken mungkin tak banyak yang tau ataupun bahkan banyak yang memunafiki cerita mengenai keluarga yang harus mengakhiri cerita rumah tangganya dengan sebuah perceraian. Suatu hubungan pernikahan yang telah terjalin baik dalam waktu singkat maupun yang telah dilalui berpuluh-puluh tahun tak pelak mengalami berbagai macam ujian, masalah bahkan badai sekalipun. Kekuatan, kesabaran dan ketegaran dari pasangan suami istrilah yang menjadi pondasi keutuhan keluarga dan yang terpenting sundulan doa dan usaha dari pasutri inilah yang terpenting. Namun tak sedikit pula para pasutri ini mengalami keputus asaan dalam suatu rumah tangga sehingga mengambil keputusan untuk berpisah. Saya yakin tak ada seorangpun yang menginginkan hubungan suci rumah tangganya harus terhenti dan saya pun tahu banyak yang harus dikorbankan dari kejadian perpisahan ini yaitu anak-anak...
Anak-anak korban perceraian ini yang sering sekali dianggap sebelah mata oleh berbagai pihak terlebih orang-orang sekitar yang memiliki tingkat kepo untuk bahasa hits saat ini yang memiliki arti rasa ingin tahu yang sangat tinggi dan biasanya masalah ini diikuti dengan cibiran ataupun olokan. Ada beberapa anak-anak korban perceraian memiliki nasib yang bagus karena mungkin keluarga kedua belah pihak memberikan kebebasan dan kasih sayang yang tidak berubah. Ada pula yang menerima kasih sayang yang sama namun pada saat salah satu pihak mendapatkan calon maupun pasangan baru masing-masing lebih memikirkan pasangannya saja. Tidak sedikit pula ada beberapa anak yang memilih tinggal bersama Eyang atau Mbah nya karena merasa tidak nyaman dengan kehidupan baru Mama Papanya. Adapula yang ikut dengan keluarga barunya diusia yang masih sangat kecil namun dalam prosesnya anak ini mengalami tekanan yang begitu besar baik dengan cacian, makian, hinaan dan bahkan kekerasan yang dilakukan terhadapnya. Seperti anak laki-laki berusia 8 tahun yang ikut hidup dengan Mamanya setelah perceraian orang tuanya, namun Sang Mama menikah lagi dengan Papa yang selalu disebutnya dengan panggilan Om. Dari pernikahan ini memiliki 3 orang anak yang artinya anak laki-laki memiliki saudara tiri. Kehidupan seorang anak laki-laki kecil kelas 2 SD sudah harus berkutat dengan kegiatan mengurus adik-adik tirinya ini, mencuci baju, membuat makanan dan mengantar jemput sekolah TK adik nya yang paling besar dan yang kedua menggunakan sepeda. Kegiatan yang seperti ini dilakukan setiap hari namun perlakuan tak adil selalu dia terima. Diomeli dengan sebutan kata-kata yang sangat kasar "Anak Setan" hanya karena kesalahan sedikit yang mungkin tidak sengaja dilakukan atau karena ulah adik tiri yang berantem satu sama lain itupun bisa dijadikan alasan anak lelaki ini sebagai penyebabnya. Dikurung didalam kamar mandi semalaman dengan kondisi gelap, dicubit hingga memar dan dipukul dengan kepala sabuk/ikat pinggang hingga berdarah dipunggungya dia alami di kehidupan yang sangat menyiksa dan menguras airmata. Bahkan kenangan ini yang selalu tersimpan dan terbayang di memori anak laki-laki ini. Kesedihan yang menguras airmata dan menyembunyikan jeritan hati akibat rasa sakit yang selalu dirasakan hampir setiap harinya. Kekuatan yang muncul dari anak lelaki ini akan tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dari anak sebayanya. Kepahitan masa kecil anak lelaki ini pun mengiris hati saya dan membuat airmata saya pun tak mampu tertahan. Tak bisa saya bayangkan bagaimana rasanya menjadi dia, betapa beratnya hidup anak lelaki itu yang akhirnya memutuskan keluar dari rumah dan hidup dijalanan karena tak tahan menahan siksaan dirumahnya. Tidur didahan pohon waru besar dekat rumah ibu dan papa tirinya tinggal, tidur ditempat duduk dilapangan tenis bahkan tidur diemperan toko. Berbagai macam kegiatan setelah sekolah dijalani dengan aktivitas normal sepulang sekolah anak lelaki ini menuju ke lapangan tenis untuk menjadi kacung pengambil bola berganti malam dia pergi ke terminal untuk mencari uang dengan membantu penumpang membawakan barangnya, menjual permen atau minuman dan terkadang menjadi semir sepatu aktivitas tersebut dia lakukan supaya dia mendapat uang untuk membeli makan. Namun terkadang Mamanya mencari dia ketika rumah sedang tidak ada orang hanya untuk menyuruh makan dan memberikan uang kepada anak lelaki ini. Kejadian ini berlangsung hingga anak lelaki ini masuk sekolah SLTP yang karena ketidaktegaan dari Mamanya anak ini dititipkan kepada Kakak dari Mamanya yang tinggal di Sukabumi yang akhirnya bersekolah. Setelah selesai SLTP anak inipun dijemput oleh Mamanya untuk kembali ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga tersebut, perlakuan tersebut masih terjadi dan akhirnya membuat anak ini tak sanggup lagi bertahan dirumah tersebut. Hingga pada umur 20 tahun Sang Mama memberitahukan identitas dan alamat Bapak kandungnya lalu anak ini berusaha mencari dan akhirnya bertemu Bapaknya. Namun apa dikata penolakan pun dia terima dari Bapak kandung dan Istri dari Bapaknya itu. Masa pahitpun terulang kembali dengan penghinaan dan caci maki dari keluarga bapak kandungnya. Namun anak ini tetap menghormati orangtuanya dan akhirnya dia tinggal di Mushola dekat rumah bapak kandungnya dan menjadi penjaga Mushola dan Muazin. Berbagai kejadian baik pun terjadi rupanya Allah SWT mendengar doa anak kecil lelaki yang dengan ketulusan dan keikhlasannya mencintai orangtuanya pun sedikit demi sedikit mencair. Sikap bertanggungjawab dan melindungi keluarga yang begitu tinggipun dia tunjukkan pada saat ada beberapa orang yang menghina Bapak atau Mamanya dia bisa menghajar habis-habisan orang-orang tersebut.
Saya kagum dengan perjuangan anak lelaki ini walaupun penuh kepahitan dan rasa sakit yang mendalam namun anak ini tidak menyimpan dendam sedikitpun kepada keluarganya. Rasa hormat masih dia tunjukkan untuk orangtua kandung yang hanya tinggal Bapaknya karena Mamanya sudah meninggal 4 tahun lalu. Tak lupa juga hormatpun diberikan kepada Papa yang dulu sering berbuat tidak adil dan menyakiti hati dan badan pun masih ditunjukan oleh anak lelaki ini. Saya ingin memberikan contoh yang bisa dijadikan tauladan kehidupan kita masing-masing. Berasal dari keluarga seperti apakah kita? Sudahkah kita menghormati orangtua kita dengan semua kesenangan dan kebahagiaan yang mereka berikan? Bersukurkah kita dengan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kehidupan yang lebih baik daripada anak lelaki cerita diatas?
Sudah seharusnya kita sebagai manusia biasa yang tidak kurang dari kesalahan dan khilaf seharusnya merasa lebih bersukur atas semua karunia Allah SWT untuk kehidupan masa lalu yang mungkin indah..bahagia maupun penuh gelimang harta.. Kisah Anak Lelaki diatas menyadarkan saya betapa beruntungnya saya hidup didalam keluarga yang utuh dengan pernak perniknya, berkecukupan semua kebutuhan masa kecil saya pun selalu terpenuhi. So, untuk kita semua untuk dapat lebih bersikap dewasa dan bijaksana dalam menjalani kehidupan kita baik kehidupan yang bahagian ataupun kelam, semua harus diambil nilai positifnya dan janganlah kita menyalahkan pada masa lalu yang kelam untuk dapat melakukan perbuatan yang kita anggap baik, Hormatilah orang tua kita sesuai firman Allah SWT dan Hadist yang tak boleh kita abaikan.. Karena semua kebaikan kita terhadap orang tua kita itulah yang akan kita terima dari anak-anak kita..
Sepahit apapun Masa Lalu kita adalah kenangan yang bisa dijadikan pelajaran untuk kehidupan kita semua..
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuhu..
~DiaR MahaRaNi~


Tidak ada komentar:
Posting Komentar