Siang yang cerah dan lumayan panas ini membuat saya ingin membahas mengenai persoalan kehidupan yang banyaak sekali dihadapi oleh semua orang selama masih bernafas. Yaa... benar sekali semua masalah yang terjadi dimuka bumi ini dengan berbagai macam warna warninya, ditinjau dari berbagai segi sudut pandang masing-masing pribadi. Perlu kita tanya kembali kepada masing-masing pribadi seperti apakah persoalan hidup kita? Seberapa besarkah pengaruh dari persoalan hidup tersebut untuk kehidupan kita? Kehidupan dari koridor apakah yang mendapat hambatan? Banyak sekali pertanyaan yang ingin saya ungkapkan namun semua pertanyaan tersebut akan mengarah ke beberapa aspek kehidupan.
Menurut saya setiap kehidupan pribadi pasti memiliki persoalan hidup, seperti misalnya masalah pribadi sekali menyangkut hati dan perasaan kalau saya bisa menganalogikan mengenai perasaan rendah diri akan penampilan fisik seperti adanya cacat fisik, seseorang yang pendek; gendut; kurus dan smua penampilan fisik yang bisa menimbulkan perbincangan orang lain terhadap orang tersebut maupun adanya sifat tertutup dan pemalu dalam pribadi diri masing-masing. Untuk beberapa karakter orang yang tidak memiliki terlalu besar rasa percaya diri ini mampu menimbulkan persoalan mendasar yang akhirnya menyebabkan seseorang merasa malu hati, cenderung menarik diri dari lingkungan dan untuk yang paling parahnya menyebabkan paranoid terhadap dunia luar. Namun untuk seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan yang terlebih memiliki Iman yang cukup kuat terhadap pencipta, pribadi ini akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengeksplor kemampuan terpendam dalam dirinya dan dapat menemukan sesuatu yang tak terduga nantinya.
Lalu untuk masalah pribadi dalam kehidupan ini yang sangat marak di kehidupan sosial kita. Masalah pendidikan, masalah dengan keluarga, teman dan yang paling sering menjadi penyebabnya adalah masalah cinta. Berbagai macam persoalana yang dapat kita jelaskan smua menyebabkan diri merasa kesulitan dan kesusahan dalam menjalani hidup.
Bagi yang sudah berkeluarga masalahnya akan lebih kompleks lagi berbagai macam masalah yang terjadi dari masalah hubungan suami istri itu sendiri, masalah karir atau keuangan, perselingkuhan, anak dan smua masalah yang timbul dalam berumah tangga. Dari semua masalah yang terjadi baik secara sudut pandang pribadi maupun yang sudah berkeluarga berbagai macam penyelesaian dan argumenpun bervariasi.
Pada saat mengalami suatu masalah hidup yang sering disebut kesulitan dan kesusahan hidup terkadang banyak dari kita mengekspresikan dengan kesedihan, stress, tangisan dan galau. Tak sedikit pula ada yang menyalahkan orang lain dan bahkan menyalahkan Allah SWT karena tidak adil terhadap dirinya. Padahal kalo mau menelisik dan menganalisa lebih dalam saya dapat mengungkapkan beberapa pendapat mengapa hidup kita selalu dihambat masalah, selalu susah serasa tak ada jalan keluar dan mengalami jalan yang buntu. Pendapat saya nanti ini saya dapatkan dari berbagai macam peristiwa dalam hidup yang saya alami maupun dari lingkungan saya, tak sedikit saya mengalami peristiwa yang bisa terbilang sangat tragis dan menyedihkan. Disini saya ingin menjelaskan namun apabila ada beberapa orang yang tidak setuju dengan pendapat saya, saya kembalikan kepada masing-masing pribadi pembaca saja.
Mengapa hidup kita masih susah dan tidak ada peningkatan dalam hidup atau sering dibilang nasib buruk.. Seandainya kita yang mengalami kesulitan tersebut dapat mengingat kepada firman Allah SWT QS Ar-Ra'd :11
إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Ini sudah terlihat jelas bahwa segala kesulitan hidup dapat berubah apabila kita sebagai manusia yang tak sempurna dan tak pernah luput dari kekurangan dan dosa baiknya kita menginstropeksi diri kita sendiri mengenai segala kesalahan dan dosa yang sudah kita lakukan di masa lalu. Bagaimana kita memperlakukan orang lain? Seberapa sering kita menyakiti hati orang tua kita, saudara sedarah daging kita, suami atau istri kita, anak-anak kita, teman dan sahabat kita, apabila kita telah melakukannya apakah kita bisa menyadari sepenuhnya kesalahan kita dengan benar-benar tulus ikhlas menyadari bukan karena ditekan oleh beberapa pihak, apakah kita telah meminta maaf dan juga memaafkan mereka dengan tulus tanpa memendam kebencian. Apakah kita mengambil hak orang lain? Apakah kita memiliki hutang yang tidak kita bayarkan? Apakah kita suka membuka aib orang lain? Apabila kita melakukan semua hal tersebut sepertinya penyebab dari kesulitan hidup kita kemungkinan dari kesalahan, kekurangan dan kekhilafan kita sendiri. Ada baiknya kita mulai meminta maaf kepada orang-orang yang telah kita sakiti dengan tulus bukan hanya basa basi ataupun sandiwara belaka. Refleksikan diri kita dengan penuh rasa kesadaran atas semua kesalahan setikdaknya mengikis kebencian dan ketidaksukaan yang ada di dalam hati kita sendiri, selanjutnya mohon ampunan kepada Allah SWT karena sesuai dengan ayat berikut :
“Tidak ada yang mampu menolak takdir Allah kecuali doa”
Berdoa dan menjaga silaturahmi niscaya Allah SWT akan merubah hidup hambaNYA. Saya haqqul yakin dengan firman Allah SWT tersebut karena janji Allah itu PASTI. Dengan selalu berdoa memohon kepadaNYA yang bisa kita lakukan untuk melanjutkan hidup dengan sabar. Adapun beberapa langkah merubah takdir hidup antara lain :
1. Berusaha yaitu dengan melakukan aksi terhadap apa saja yang
diinginkan terjadi perubahan atasnya.
2. Berdo’a yaitu memanjatkan harapan kepada Allah terhadap
maksud yang diinginkan diqabulkan olehNya.
3. Tawakkal yaitu menunggu keputusan, hasil daripada usaha dan doa yang diminta.
Setelah hal di atas dilakukan, maka kita tinggal menunggu ketentuan Allah yang disebut dengan (takdir).
Setelah hal di atas dilakukan, maka kita tinggal menunggu ketentuan Allah yang disebut dengan (takdir).
Saya ingin mengajak semua teman-teman saya yang sudah sudi meluangkan waktu untuk membaca blog ini, supaya kita berhenti untuk menyalahkan orang lain karena kesulitan hidup kita, menyalahkan Allah SWT karena diperlakukan tidak adil karena mengalami masa sulit. Namun banyak yang tidak menyadari rencana terbaik Allah SWT terhadap kita karena Allah memberikan cobaan tidak akan melebihi dari kemampuan hambaNYA. Apabila kita mampu melewati ujian tersebut kelak kita akan menjadi manusia yang lebih baik dan naik level yang lebih tinggi tentunya akan diuji dengan yang lebih tinggi pula tingkat kesulitannya. Hidup ibarat proses kita sekolah di dunia, kita melakukan pembelajaran hidup dengan ridha Allah SWT.
Adapun doa dan dzikir yang saya lakukan untuk menenangkan hati saya yaitu
“Hasbunallah wani’mal-wakîl”. Artrinya: “Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami, sebaik-baik pelindung kami”.
Saya biasa lakukan sebanyak 113 x kemudian melafadzkan Istighfar sebanyak mungkin. Untuk doa saya terbiasa dengan Surat Al-Ikhlas, An-Naas dan Al-Falaq yang terakhir ayat kursi mungkin untuk ukuran saya yang masih cetek pengetahuan agama suratan yang mudah saya ingat adalah suratan tersebut. Karena saya yakin doa-doa saya pasti didengar Allah SWT namun untuk hasil saya serahkan kepada yang Maha Penguasa segala dzat karena sebenarnya Allah telah memberikan petunjuk kepada hambaNYA dengan caraNYA sendiri yang bagi kita penuh dengan teka-teki. Dengan sudah bersihnya hati kita dari kesalahan dan kekhilafan terhadap orang lain, serta mohon ampunan kepada Allah, berusaha untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik dan tetap berdoa selalu bersabar menghadapinya. Inshaa Allah...hasil yang kita dapatkan akan jauh dari yang kita harapkan.. Amien ya robbal 'alamin..
Semoga ada manfaat yang bisa kita ambil dari bacaan ini...Untuk semua kesalahan kalimat dan kata-kata yang saya ketik saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu 'alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu...
~DiaR MahaRaNi~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar